Ketika Polemik Rumah Adat Menguat, Passemba Toraya Perkuat Karakter Generasi Muda Sebagai Penjaga Warisan Budaya Selanjutnya



Saat Toraja diramaikan oleh polemik eksekusi rumah adat, Komunitas Passemba Toraya justru memilih tetap berdiri pada jalur pembinaan generasi muda. Di tengah kegaduhan isu sosial, Passemba Toraya konsisten membuka ruang bagi anak-anak muda Toraja untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri mereka secara positif.

Leader Passemba Toraya, Indra, menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda tidak boleh terabaikan oleh hiruk-pikuk persoalan lain. Menurutnya, menjaga cagar budaya dan menyelamatkan masa depan generasi muda adalah dua hal yang tidak bisa dipertentangkan.

“Melindungi rumah adat adalah kewajiban, tetapi memproteksi generasi muda adalah keharusan. Keduanya harus berjalan beriringan. Jika generasi mudanya hilang arah, maka budaya juga akan kehilangan masa depannya,” tegas Indra.

Ia menekankan, Passemba Toraya hadir bukan sekadar sebagai komunitas olahraga dan kepemudaan, tetapi sebagai gerakan sosial yang berupaya membangun kesadaran, karakter, dan kecintaan generasi muda terhadap kampung halaman mereka.

Di tahun 2025 ini Passemba Toraya mengusung tema Catur Karya, mengandung makna ada empat karya yang murni digagas dan dilaksanakan Passemba Toraya, mulai dari BK Porprov IBCA MMA, BK Porprov Yongmoodo, BK Porprov KickBoxing dan Open Tournament Taekwondo yang mengenalkan Spot Wisata Ollon sebagai tempat penutupan, hal ini merupakan perwujudan kepedulian dan sebuah kecintaan generasi muda Toraja dalam menjaga, melestarikan dan memperkenalkan wisata Tana Toraja ke dunia luar, sehingga kontribusi Passemba Toraya ke masyarakat melalui industri dalam membantu mengembakan UMKM terbantukan.

Siapa lagi yang meneruskan dan menjaga Adat dan Budaya Toraja selanjutnya kalau bukan kita Putra Putri Daerah, tutup Indra.

Posting Komentar

0 Komentar