Tana Toraja — Komunitas olahraga Passemba Toraya menyuarakan aspirasi dan perjuangan para atlet daerah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Tana Toraja. Dalam forum tersebut, berbagai kondisi nyata yang dihadapi atlet disampaikan secara terbuka, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga minimnya dukungan pembinaan.
Salah satu kisah yang menyentuh datang dari seorang atlet bernama Melsyen. Dalam penyampaiannya, diceritakan bahwa Melsyen harus berjalan kaki berpuluh kilometer hanya untuk bisa hadir mengikuti latihan. Kondisi tersebut menggambarkan betapa besar semangat dan pengorbanan atlet-atlet muda di Tana Toraja demi mengembangkan kemampuan mereka di bidang olahraga.
Perjuangan Melsyen menjadi simbol dari realitas yang dialami banyak atlet daerah yang memiliki potensi, namun masih menghadapi keterbatasan sarana, transportasi, dan dukungan pembinaan yang memadai. Meski demikian, semangat mereka tidak pernah surut untuk terus berlatih dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Melalui forum RDP ini, Passemba Toraya berharap pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pembinaan atlet, termasuk dukungan anggaran, fasilitas latihan, serta program pembinaan yang berkelanjutan.
Passemba Toraya menegaskan bahwa atlet adalah aset daerah yang harus dijaga dan dikembangkan. Kisah perjuangan seperti yang dialami Melsyen menjadi pengingat bahwa di balik setiap prestasi olahraga, terdapat pengorbanan besar yang sering kali tidak terlihat.
“Harapan kami sederhana, agar atlet-atlet Tana Toraja tidak lagi berjuang sendiri. Mereka membutuhkan dukungan nyata agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan mengharumkan nama daerah,” ungkap perwakilan Passemba Toraya dalam pertemuan tersebut.

0 Komentar